Rabu, 02-Desember-2020
14:22 WIB - Gubri Positif Covid-19, Keluhkan tak Enak Badan Usai Acara di DPRD Riau | 14:19 WIB - Bupati Inhil Pemenang Lelang Batik Kuda Laut | 14:12 WIB - PWI Riau & SPS Gelar Tiga Kegiatan Virtual | 14:07 WIB - DPRD Pekanbaru Gelar Rapat Paripurna Sahkan APBD Murni 2021 | 14:02 WIB - Pemko Pekanbaru Resmikan Kantor UPT Badan Pendapatan IV | 14:00 WIB - Walikota Pekanbaru Ingatkan Tidak Ada Sekolah Gelar Belajar Tatap Muka
www.gardasatu.com
 
Tak Terima
Selasa, 19-08-2014 - 14:50:24 WIB
Azis (baju biru), saat memperlhatkan surat dan Djaswir (kanan), saat memperlihatkan surat dari Owner, serta surat laporan ancaman
TERKAIT:
 
  • Tak Terima
  •  


    Batam (Bidikonline.com) - Permasalahan perburuhan di Batam masih saja menjadi sorotan publik belakangan ini. Jika yang menjadi korban selama ini buruh setingkat operator. Kali ini yang menjadi korban adalah pejabat fungsional di PT. Samudra Rasaki Teknindo (RST).  beralamat di Komplek Tiban Impian yang bergerak di bidang  Service Perkapalan Bawah air.

    Beberapa pejabat fungsional ini mendatangi SPSI di Batam Center (16/8) mereka adalah Djamsir (50an) General Manager mengabdi selama enam tahun, Azis (35) HRD Manager mengabdi selama empat tahun, dan Murni (50)  Accounting & Finance Manager mengabdi selama sembilan tahun.

    Tujuan kedatangan ketiganya, karena tidak terima tindakan Owner PT. RST Ir. Nurbatias yang merumahkan pihak pekerjan ini sejak 24 Mei 2014. Hingga saat ini gaji, THR dan tunjangan jabatan belum juga dibayarkan pihak Owner."kami dah tiga bulan tak begaji, kredit kami, makan keluarga kami kasih  apa ini. Sementara kami mengharapkan nafkah dari hasil pekerjaan kami," ujar Murni satu dari antara karyawan kepada Bidik

    Menurut Azis (35) alasan Owner merumahkan mereka bertiga, karena PT tersebut masih dalam sangketa perkara perdata. Dimana Ir. Nurbatias sebagai Owner  dan pihak istrinya pertama ASD (40an) masih tersangkut perkara perdata perceraian di pengadilan Agama tingkat Batam dengan No.: 541/pdt.G/2014/PA.btm. Aset PT. RST itu juga menjadi salah satu obyek perkara.

    "Iya kami dikorbankan sama Nurbatias, saya fikir gak ada hubungannya dari sangketa ini. Karena operasional usaha sampai detik ini berjalan. Jadi alasan gak masuk akal pihak owner buat nasibkami digantung-gantung," cetus Azis saat itu

    Ironisnya, ketika para karyawan ini mempertanyakan hak mereka terhadap Nurbatias sebagai Owner pada tanggal 26 Mei 2014, malah pengakuan Djaswir (50an) mendapat aksi pengancaman brutal secara fisik, dimana pihak Nurbatias mengambil parang hendak menebas Djasmir disela-sela pembicaraan saat itu. "Nurbatias langsung lari ke lantai satu, kami kirain saat itu ntah apa. Tahunya sepulang dari bawah ada di tangannya parang, sontak saya berteriak dan mengelak saat itu." jelas Djaswir

    Untung Djaswir saat itu bernasib baik, dan sempat berlarian. Sehingga nyawanya selamat dari maut saat itu.

    Atas kejadian saat itu, Djaswir langsung melaporkan ke Mapolsek Sekupang Nomor laporan STPL/315/V/2014/Kepri/BRL/SKP tertanggal 26 Mei 2014 dengan perkara Tindak Pidana Pengancaman.

    Namun menurut Djamsir, terkait ini masih dalam proses tahapan penyelidikan kepolisian. "Saksi-saksi sudah diperiksa. Biar bekerja Pihak Polisi, barangkali kata Polisi akan dipanggil terlapor (Nurbatias-red) secepatnya." ujar Djaswir

    Ketika dikonfirmasi terhadap Nurbatias atas peristiwa ini semua. Pihak Nurbatias membantahnya." Gak ada masalah, malah pihak Djasmir cs, menghianati saya. Terkait karyawan yang dirumahkan itu karena data PT udah dihilangkan, tanpa sepengetahuan saya. Itu tidak ada itu semua." Kata Nurbatias Kepada Bidik via telpon

    Atas peristiwa ini, pihak Setia Putra Tarigan Ketua DPC Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) kembali menyesalkan pihak perusahaan yang sewenang-wenang terhadap karyawannya tanpa mempertimbangkan prikemanusiaan.

    Beberapa karyawan tersebut, berharap pihak Owner memberikan semua hak karyawan sesuai Undang-undang Ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia." Iya kami butuh kepastian aja. Klo kami gak dipakai lagi itu hak Owner. Tapi hak kami dipenuhi."ujar ketiganya serentak kepada Bidik.(L/tim)







     
    Berita Lainnya :
  • Tak Terima
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pertama kali Sejak Berdiri
    Disperindagpas Inhu Safari Ramadhan di Desa Sanglap
    2 Diduga Dikorupsi, Dana Sewa Tanah Kas Desa dari Exxon Mobile Raib.
    WARGA DESA NGASEM LAPOR BUPATI BOJONEGORO
    3 Kemenhut RI Gelontorkan Program Kredit Tunda Tebang
    4 PERINGATI HUT ke-231:
    Walikota Pekanbaru Ajak Warga Bersinergi, Bergerak Cepat dan Tepat dalam Pembangunan
    5 Tertunda Bertahun Tahun
    Akhirnya Panitia MUSDA IKNR Kampar Terbentuk
    6 Plt. Sekda Inhu Tutup Lomba Pacu Sampan Dilanjutkan Mandi Balimau
    7 ANTISIPASI BERBAGAI PERMASAALAHAN
    Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah di Gelar
    8 Pelalawan Raih Penghargaan Adiwiyata Mandiri 2015
    9 Dewan Pengupahan Kabupaten Siak
    UMK tahun 2015 sebesar Rp. 1.935.372
    10 Pertarungan Minggu, 19 Juli 2015
    Chavez vs Reyes

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Suara buruh | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Opini | Redaksi | Pedoman Berita | Index |

    Copyright © 2017
    GARDA SATU | Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan