Kamis, 19-Mei-2022
18:50 WIB - Buka MTQ tingkat Kampung Perawang Barat, ini harapan Husni | 08:25 WIB - Sekda Riau Tuntaskan Pembangunan 2 Masjid Terbengkalai di Dumai | 10:45 WIB - KaKwarcab Siak Lantik pengurus Mabiran, Kwarran dan LPK di dua Kecamatan | 21:34 WIB - Bupati Alfedri Apresiasi PT Alam Siak Lestari Raih Penghargaan Internasional | 09:10 WIB - Kapolsek : Nanti Kita “Cross Check” | 23:44 WIB - Jelang Pelantikan, SMSI Siak Audiens dengan Bupati Siak
www.gardasatu.com
 
Kadisdik Riau Sebut 4 Faktor Ini Penyebab Angka Putus Sekolah Tinggi
Sabtu, 15-01-2022 - 16:26:03 WIB

TERKAIT:
 
  • Kadisdik Riau Sebut 4 Faktor Ini Penyebab Angka Putus Sekolah Tinggi
  •  



    PEKANBARU (Gardasatu) - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, Dr Kamsol mengatakan, tingginya angka putus sekolah di Riau dipengaruhi empat faktor.

    "Kalau kita lihat persoalan angka putus sekolah di Riau dipengaruhi empat faktor," kata Kamsol kepada CAKAPLAH.com, Sabtu (15/1/2022).

    Lebih lanjut Kamsol memaparkan empat faktor yang mempengaruhi angka putus sekolah, pertama persoalan geografi. Misalnya di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti itu capaian lama sekolah rata-rata 7 tahun.

    "Kalau kita melihat wajib belajar 9 tahun, di Riau masih ada 7 kabupaten yang belum masuk, seperti Inhil dan Meranti. Itu persoalannya geografi. Jadi kalau dari SD saja belum sampai bagaimana ke SMA-nya," katanya.

    Kedua, persoalan ekonomi. Dimana berdasarkan pendataan Disdik Riau per kecamatan, jumlah ruang kelas lebih banyak daripada rombangan belajar (rombel)

    "Ini artinya persoalannya ekonomi, bisa juga masalah geografi. Tapi lebih banyak masalah ekonomi. Karena anak sekolah itu tak cukup gratis saja, tapi mereka butuh baju dan sepatu juga," ujarnya.

    Menurutnya, untuk masalah ekonomi ini sudah ada bantuan yang diberikan oleh Gubernur Riau. Memang bantuan yang diberikan terbatas untuk anak masyarakat adat terpencil.

    "Ke depan kita akan mencari solusi untuk masyarakat kurang mampu lainnya dengan koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Riau," terangnya.

    Kemudian ketiga persoalan sosial. Kamsol menyampaikan persoalan sosial ini biasanya yang sering terjadi siswa menikah saat usia sekolah, sehingga tidak sekolah lagi.

    "Biasanya ada dorongan dari orang tua. Sebab persepsi masyarakat masih berpikir untuk apa sekolah tinggi kalau sudah tamat jadi ibu rumah tangga juga," ungkapnya.

    "Persoalan terakhir, kesenjangan antar sekolah SMP dengan SMA. Ini perlu kita cari solusinya dengan membangun Unit Sekolah Baru (USB), atau penambahan Ruang Kelas Baru (RKB)," tukasnya. (ckp)




     
    Berita Lainnya :
  • Kadisdik Riau Sebut 4 Faktor Ini Penyebab Angka Putus Sekolah Tinggi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Pertama kali Sejak Berdiri
    Disperindagpas Inhu Safari Ramadhan di Desa Sanglap
    2 Diduga Dikorupsi, Dana Sewa Tanah Kas Desa dari Exxon Mobile Raib.
    WARGA DESA NGASEM LAPOR BUPATI BOJONEGORO
    3 Kemenhut RI Gelontorkan Program Kredit Tunda Tebang
    4 PERINGATI HUT ke-231:
    Walikota Pekanbaru Ajak Warga Bersinergi, Bergerak Cepat dan Tepat dalam Pembangunan
    5 Plt. Sekda Inhu Tutup Lomba Pacu Sampan Dilanjutkan Mandi Balimau
    6 Tertunda Bertahun Tahun
    Akhirnya Panitia MUSDA IKNR Kampar Terbentuk
    7 ANTISIPASI BERBAGAI PERMASAALAHAN
    Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah di Gelar
    8 Pelalawan Raih Penghargaan Adiwiyata Mandiri 2015
    9 Dewan Pengupahan Kabupaten Siak
    UMK tahun 2015 sebesar Rp. 1.935.372
    10 Pertarungan Minggu, 19 Juli 2015
    Chavez vs Reyes

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Suara buruh | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Opini | Redaksi | Pedoman Berita | Index |

    Copyright © 2017
    GARDA SATU | Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan